Selasa, 21 Januari 2020

Apa itu Geotextile Non woven & Woven?

Geotextile Non woven & Woven 

Seperti  yang kita ketahui Geotetile adalah suatu bahan sisntesis Permeable ( sifat zat yang dapat masuk ke dalam sel) yang terbuat dari bahan textile polimer yaitu polyester dan polypropylene. Bahan ini biasanya digunakan untuk memisahkankan, menyaring, mempertkuat, melindungi dan menguras apapun yang berhubungan dengan tanah. Geotextile dibagi ke dalam dua bentuk yaitu :

1. Geotextike Non Woven

Geotextile ini bebrbentuk karpet atau kain bahan yang digunakan untuk membuat geotextile ini adalah polyester dan polypropylene. Sedangkan fungsi dari geotextile ini antara lain sebagai pemisah antara material satu dengan yang lainnya, sebagai stabilization, dan sebagai filter atau penyaring untuk mencegah partikel tabah agar tidak tercampur pada aliran air. 

2. Geotextile Woven

Jenis geotextile yang berbentuk anyaman dan berbahan dasar Polypropilene (PP). bentuk asli dari geotetile ini menyerupai karung goni akan tetapi berwarna hitam. geotetile ini sangat kuat dari tekanan dan tarikan karena diperuntukkan sebagai stabilisasi untuk tabah dasar terutam tanah dasar yang sangat lunak. geotextile ini sangat kuat yaitu 2 kali lipat kuat tarik dari geotextile non woven.

3. Instalasi Geotextile

    Berikut langkah dasar untuk Pemasangan geotextile :


         -Menyiapkan tanah dasar :

1.   Bersihkan area dari segala macam benda yang bersifat tajam

2.   Buang dan gantilah tanah dasar yg lunak dengan menggunakan material-material yang lebih baik.

3.   Padatkan tanah dasar dengan menggunakan alat-alat pemadat yang mencukupi dan memadai.
·      
         -Pembentangan dan penyambungan geotextile :
             Pembentangan :
1.    Pembentangan dengan posisi melintang.
2.   Dibentangkan diatas tanah rata serta dipastikan geotextile yang dibentangkan harus rata, lurus tanpa kerutan dan gelombang.
3.    Apabila lahan luas, pembentangan geotextile flexible bisa memanjang ataupun melintang.
4.   Apabila medan susah, maka lakukan penyambungan dan pemotongan, geotextile dipotong dan dijahit ataupun disambung terlebih dahulu.
            Penyambungan :
1.    Penyambungan dilakukan dengan cara overlapping atau dengan cara menjahit
2.   Metode overlapping haru diberi jarak antara geotextile satu sama lain adalah 30 cm-100 cm, tergantung pada keadaan tanah dasar serta tekhnik dalam pengerjaannya.
3. Sedangkan untuk tekhnik jahit, geotextile dijahit menggunakan mesin jahit portable yg menggunakan tenaga generator.
·          
         -Penyebaran dan penempatan jarak :
1. Setelah penyambungan geotextile selesai, selanjutnya tebar dan hamparkan jarak yg telah ditentukan.
2. Penempatan jarak dikerjakan dengan metode mendorong maju tumpukan-tumpukan jarak, kemudian lapis geotextile dengan tidak melindasnya secara langsung dengan alat berat agar tidak merusak lapis geotextile
3.   Ketebalannya jarak bisa disesuaikan dgn keinginan kita.
4.  Jarak ini kemudian di ratakan, dengan memakai alat berat seperti dozer. Apabila lapisjaraknya tipis, gunakakanlah alat berat tetapi jangan terlalu sering berlalu lalang di atasnya karena bisa merusak lapis geotextile.
·          
        -Pemadatan :
   Setelah jarak rata, padatkan dengan menggunakan alat berat.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

LIVE TRAFFIC

Diberdayakan oleh Blogger.